Anak Harus Diajarkan Menghargai Orang Lain

Zakheus adalah seorang kaya yang tidak disukai oleh sesama orang Yahudi, karena ia dianggap sebagai alat pemerintah Romawi untuk memungut cukai dan memeras kaum sebangsanya. Namun Yesus tidak memedulikan stigma buruk Zakheus di tengah masyarakat, Ia memandang Zakheus sebagai pribadi yang berharga. Ia menyapa Zakheus dengan menyebut namanya, bahkan Yesus mau datang dan makan di rumahnya. Perlakuan Yesus ini bukan hanya membuat Zakheus merasa dihargai, namun Zakheus juga mengalami perubahan hidup yang luar biasa. Dari seorang pemungut cukai menjadi orang yang murah hati, bahkan mau mengembalikan 4 kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya. Sikap menghargai ini seringkali kita lupakan dalam membangun hubungan dengan orang lain.

Bila si kecil berkata kasar misalnya, Moms perlu segera menegurnya atau memberikan konsekuensi untuk perilaku negatifnya. “Sikap saling menghargai dan menghormati antar umat itu harus terjalin. Masyarakat yang tidak berpuasa harus menunjukan toleransi, begitu pula sebaliknya,” pintanya.

Akar masalahnya harus dituju, salah satunya kesempatan pendidikan yang setara. Mereka yang saat ini miskin, anaknya tidak bisa belajar dengan baik, nilainya akan tidak baik, tidak dapat sekolah yang baik lalu mereka masih kalah di satu siklus. Kita bisa punya kemiskinan bergenerasi karena tidak dipotong lewat kesetaraan kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas.

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital expertise, digital ethics, digital culture, dan digital security. Ali Mubarok Elanshory membuka webinar dengan membahas mengenai private branding terkait berinteraksi di ranah digital. “Personal branding adalah tentang membangun reputasi, menciptakan citra diri untuk dunia luar dan memasarkan diri sebagai individu. Personal branding dapat ditunjukkan dengan aktifitas diri dan interaksi di media sosial,” ia jelaskan. Sebagai pedoman berperilaku, sila ke-2 dari Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah lingkungan keluarga.

Oleh karena itu, sikap ini harus dibuang karena akan menghambat penghargaan terhadap orang lain secara adil. Mungkin Anda ingat pernyataan bahwa kita bisa karena terbiasa. Jika seorang biasa berbuat baik, tentulah dia akan mudah untuk menghargai orang lain. Kebiasaan buruk atau pengalaman buruk yang selalu tersimpan di hati atau pikiran seperti trauma, dendam, tidak mau mengampuni, malas, acuh tak acuh, dan lain-lain akan sulit menghargai orang lain.

Dalam hal menghargai diri sendiri, banyak banget dari kita yang sering melupakan menghargai diri sendiri, padahal hal tersebut merupakan suatu hal yang penting, lho. Banyak dari kita yang menganggap bahwa menghargai orang lain merupakan suatu hal yang wajib untuk dilakukan. Kita pastinya memiliki beragam cara untuk menghargai orang lain seperti berterimakasih kepada orang tersebut jika telah melakukan suatu untuk kita, mendengarkan pembicaraan orang lain dan sebagainya. Peran keluarga dalam menciptakan budaya saling menghormati ini sangat penting, mengingat keluarga adalah tempat pertama dimana pribadi Anda akan terbentuk.

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA. Keluarga merupakan hal terpenting bagi Cancer, yang membuat mereka dikenal sebagai suami yang baik. Cancer merupakan pria tradisional yang punya disiplin diri, bertanggung jawab dan memiliki dedikasi. Saling hormat menghormati adalah suatu keharusan untuk mereka. Pasangan yang tepat untuk Cancer adalah yang mau terbuka tentang apapun.

Menghargai orang

Namun, kejujuran adalah mencerminkan seseorang bersikap bijaksana. Umumnya, orang diperlakukan berbeda karena mereka dipandang sebagai “orang lain”. Kita semua terlahir unik dengan suka dan preferensi yang berbeda, jadi tidak ada satu cara untuk menjadi “normal”. Saat anak remaja Anda melihat seseorang yang tampak “aneh” bagi mereka, cobalah untuk mengakui perbedaan dan persamaan pada orang tersebut.

Ajarkan anak menghargai perbedaan yang sering menjadi latar belakang permusuhan. Anak harus diberi pemahaman untuk belajar menerima agar dapat bersosialisasi dengan baik. Berusahalah menjadi orang yang peduli dengan kehidupan sosial dan membuat hubungan emosional yang tulus. Tunjukkan bahwa kamu akan selalu peduli yang akan membuktikan bahwa mereka dihargai. Misalnya jika seorang teman dekatmu sedang mengalami masalah, mungkin ia perlu seseorang untuk mendapatkan dukungan atau sekedar mendengarkan keluh kesahnya. Mendengarkan orang lain saat berbicara adalah cara dasar untuk menghargainya.

Anies berharap Jakarta lekas pulih dari pandemi mematikan ini dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan tidak hanya mengandalkan kerja pemerintah. Sebab, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menular lewat interaksi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerukan warganya untuk memakai masker. Ia menyatakan, warga yang tidak mengenakan masker di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) berarti tidak menghargai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Comments are Disabled